KETERTARIKAN YANG MULANYA RAGU
Tepat
hari Senin tanggal 07 Maret di tahun 2022 saya bersama teman-teman mahasiswa
seperjuangan diantar oleh Dosen Pembimbing kami menuju SMK Negeri 7 Malang
untuk melaksanakan tugas Asistensi Mengajar. Harapan besar yang tentunya akan
menjadi lembaran baru serta pengalaman hebat di setiap harinya, dipertemukan
dengan banyak orang yang memiliki beragam karakter yang berbeda. Sebelumnya
kami sudah terlebih dahulu datang ke SMK Negeri 7 Malang pada tanggal 19 Februari 2022 untuk melakukan
observasi sekolah guna merancang draft kegiatan Asistensi Mengajar yang akan
dilaksanakan selama 20 pekan disana. Perasaan takut dan tidak percaya diri
terngiang-ngiang di kepala karena merasa belum cukup mampu untuk melakukan
tugas besar yang sebelumnya belum pernah bahkan tidak terbayangkan.
Minggu-minggu
awal di sekolah terasa berat, mungkin karena belum terbiasa dengan suasana
baru, kembali ke lingkungan sekolah bukan menjadi seorang siswa yang belajar
tapi menjadi seorang pendidik yang masih belajar. Melihat suasana sekolah
mengingatkan saya pada masa tiga tahun lalu dimana waktu itu saya tepat kelas
12. Bingung, namun harus dihadapkan dengan pilihan masuk ke jenjang lebih
tinggi yaitu Universitas. Saya berfikir harus memilih jurusan yang tepat,
karena menurut saya dikala itu jurusan yang diambil akan menentukan karier saya
kedepannya. Dan tidak disangka-sangka saya mengambil Tata Busana dimana jurusan
ini yang membawa saya kembali ke sekolah sebagai seorang yang belajar bagaimana
cara mengajar, bagaimana cara mendidik dan bagaimana cara memimpin.
Tiba
saatnya saya mendapat tugas untuk mengajar. Bertemu dengan siswa yang siap
menerima materi yang saya dan teman-teman dipersiapkan. Saya takut tidak dapat
maksimal dalam menyampaikan materi karena saya merasa belum cukup ilmu dalam
bidang menjahit, jadi dalam setiap pertemuan saya selalu menyampaikan kata-kata
yang berulang yaitu “kita sama-sama belajar ya disini, kalian belajar dari saya
dan saya belajar dari kalian”. Bertemu dengan mereka merupakan suatu kesenangan
bagi saya setiap harinya karena dengan mereka saya banyak menemukan hal baru
yang belum pernah saya temui sebelumnya. Dan dari sini saya belajar menjadi
seorang pendidik tidaklah mudah, banyak tanggung jawab yang harus diselesaikan,
terlebih harus bisa memahami karakter siswa yang berbeda-beda.
Mengamati
secara langsung dan dapat terjun untuk berinteraksi dengan para guru, staff,
dan siswa menjadikan saya semakin yakin bahwa menjadi seorang pendidik
merupakan hal yang menyenangkan. Banyak kegiatan yang saya lakukan disana
seperti contohnya di bagian divisi kurikulum, bersama waka kurikulum dan
panitia lainnya saya dan teman-teman belajar bagamaimana mengurus persiapan
ujian-ujian yang akan dilaksanakan di sekolah, mulai dari menata berkas
presensi, menggantikan pengawas ujian ketika sedang berhalangan sampai menjadi
pengawas ujian dengan sikap yang tegas. Pada divisi Kesiswaan saya diberi tugas
piket menjaga gerbang pagi setiap jumat. Disana saya belajar dari para guru
tatib yang berusaha untuk membuat siswa menjadi disiplin dengan cara
penyampaian mereka sendiri. Selain itu terdapat divisi humas, sarpras, tata
usaha dan masih banyak lagi yang dapat diambil pengalamannya dari masing-masing
divisi.
Hal
yang tidak kalah seru dengan kegiatan mengajar dan bergabung di bagian divisi
sekolah adalah kegiatan non akademik. Kegiatan non akademik sendiri ditujukan
agar siswa dapat mengembangkan kepribadian, minat, bakat serta kemampuannya
diberbagai bidang di luar bidang akademik. Pengalaman baru tentunya saya
dapatkan dari kegiatan non akademik ini, salah satunya adalah menjadi tutor
penggunaan jarik tradisional dalam rangkaian kegiatan pelatihan Duta sekolah
yang baru pertama di laksanakan di sekolah ini. Dengan ditunjuknya saya menjadi
tutor, saya harus mempelajari bagaimana menggunakan jarik tradisional secara
rapi dan benar agar tidak mencontohkan cara yang salah, karena sejujurnya saya
sendiri belum pernah menggunakan sendiri tanpa bantuan orang lain. Dengan
berbekal sosial media yang didalamnya memuat banyak informasi bermanfaat dan
terbaru, saya memilih beberapa tutorial yang menurut saya mudah untuk diterima
siswa pelatihan sehingga mereka tidak kesulitan dalam mempraktikannya. Kegiatan
ini sekaligus menjadi wadah bagi siswa untuk membentuk karakter dan
keterampilan.
Melihat
banyak sekali pelajaran baru yang saya dapatkan dari program ini, saya sangat
berterima kasih kepada dosen pembimbing dan guru pamong saya yang sudah banyak
meluangkan waktu dan juga tenaga untuk membimbing saya menjadi seorang calon
tenaga pendidik yang professional. Terima kasih juga saya ucapkan kepada
teman-teman mahasiswa Asistensi Mengajar SMK Negeri 7 Malang atas saran serta
motivasi yang diberikan untuk menguatkan saya selama berproses.
Komentar
Posting Komentar